A.wahyu_fumy46
Jumat, 05 September 2014
KASIH TAK SAMPAI
Aaaaahhh dari judulnya saja sudah seperti drama Siti Nurbaya dan Datuk meringgih… tapi asli yang mau gue tulis tuh tentang cinta yang tersimpan dalam hatiku dan tidak sempat kita utarakan kepada orang yang kita sukai itu. Yah begitulah kalau jatuh cinta banyak malunya, banyak ngak enak hatinya, mikirin terus apa dia suka atau ngak ama gue, takut kalau di tolak. Yaaaah cinta adalah hal yang paling complicated dalam hidup ini, padahal cinta itu sederhana, aku suka kamu suka, aku suka kamu tak suka, kamu suka aku yang tak suka, bukan begitu?
Sebenarnya kalau kita memang menyukai seseorang dari dasar hati,ada baiknya kita kasih tahu orang yang kita sukai tersebut. daripada di kemudian hari menjadi satu penyesalan dan menjadi misteri hidup selamanya dan menjadi tanda tanya besar untuk diri kita..”apakah dia pernah suka padaku?” Gue bisa ngomong begini karena pengalaman pribadi. Zaman gue suka-sukaan sama orang masih dalam taraf malu-malu kucing., Ngerasa banget kalau dia suka banget, tapi kadang-kadang ngerasa banget dia cuma anggap kita sebagai teman. Cuma salam-salaman leat teman, tahu benar atau tidak kata teman yang kita minta salami. Minta nomor hape aja lewat teman, dan akhirnya ngak tahu kelanjutannya. sampai suatu di saat kita mendapatkan nomor telefon orang yang kita suka itu, di moment hidup terpenting dalam kehidupan kita, ingin memastikan apakah dia pernah suka sama kita, saat itulah kita akan terlambat dan menjadi penyesalan yang dalam.
Kayak gue dulu, sebeum gue tunangan ama orang, pengen banget mastiin orang itu pernah ngak suka sama gue, dan nomor hape telefon rumah baru bisa gue dapat di saat dua hari menjelang gue mau tunangan sama orang. Saat gue menelfon orang tersebut, orang rumah cuma bilang dia tidak ada di rumah, pulang kampung ke Singkawang. Ok, dan gue putusin bahwa gue emang ngak jodoh banget sama orang itu dan tanpa bimbang lagi gue menerima lamaran orang lain. Dan setelah merit punya anak, baru gue tahu waktu gue telefon dia dia memang pulang ke Singkawang karena papanya meninggal dunia. Padahal gue saat itu berpikir dia tidak PERNAH menyukai diri gue. inilah contoh diskomunikasi yang membuat KASIH TAK SAMPAI.
Apalagi jika seorang cewek tiba-tiba bertanya sama seorang cowok yang mana cowok itu suka banget sama dia namun tidak mempunyai keberanian untuk mengutarakan perasaannya pada cewek tersebut, cewek itu ngomong sama cowok itu kalau ada orang yang “menembak dirinya” dan apa yang harus dilakukannya. Cowok itu bilang terserah kamu mau pilih siapa! Lalu cewek itu bertanya, kalau dia terima cowok yang menembak dirinya lalu bagaimana dengan dirinya! Inilah yang menjadi akibat dari kasih tak sampai. Sangat jelas cewek itu telah kasih aba-aba, kalau lo suka sama gue bilang dong, kalau tidak gue mau sama orang lain, namun cowok itu masih juga tidak peka dengan situasi seperti masih menjawab “terserah mau memilih siapa!” arti kata-kata tersebut untuk seorang cewek tentu saja, terserah lo mau sapa siapa, ngak ada urusan sama gue, cewek itu pasti akan berpikir, ternyata dia ngak pernah suka sama gue, dia cuma mengganggap gue sebagai teman biasa.
Dan yang terjadi cowok broken heart, merasa cinta bertepuk sebelah tangan. Perasaan cinta yang dalam hatinya tidak ada artinya untuk cewek tersebut, Sedang cewek itu berpikir, ternyata dia ngak peduli sama gue walau pun ada cowok lain suka sama gue, Yaaah, ini bukan kasih tak sampai, tapi kurangnya rasa peka terhadap orang yang suka menyukai, kurang perhatian. selalu banyak berpikir pada hal-hal yang menghalangi sang cowok untuk mengutarakan cintanya pada sang cewek. Jika memang suka, bilanglah suka padanya, biarkan dia tahu apa perasaan yang ada di hatimu, karena resikonya cuma dua…you bakal di tolak atau you bakal jadi pacarnya. Jika memang cuma dua kemungkinan, mengapa tidak mengeluarkan keberanian untuk memastikan keraguan yang menghinggapi dirimu? Bukankah itu juga penyelesaian yang bagus untuk suatu hubungan. Jika tahu kita di tolak setidaknya kita tidak akan memikirkannya, memikirkan kemungkinan masih ada harapan untuk mendapatkannya, setidaknya kita bisa membuka kesempatan cinta(cewek) yang lain datang dalam kehidupan kita? Jika memang di terima bukankah itu yang kita inginkan? so, apa yang harus dikhawatirkan? Tidak ada! bertindaklah! Kareana ketegasan seorang cowok untuk mengutarakan cinta adalah penantian seorang cewek yang di landa cinta tak pasti?
Oleh karena itu yang namanya kasih tak sampai, itu selalu datang dari diri sendiri. Belum berusaha sudah menyerah! Belum menemukan jawaban langsung dari orang yang bersangkutan sudah mengambil jawaban sepihak yang belum tentu orang itu mempunyai pemikiran yang sama dengan diri kita. So, jika memang masih ada kesempatan, janganlah mensia-siakan kesempatan itu wlaau harapan itu sangat tipis. harapan yang tipis dengan kesungguhan hati dan keberanian akan melahirkan hal-hal besar yang mungkin mustahil. setidaknya kita mencoba menjadikan yang mustahil itu kenyataan, bukan begitu? So, tetap cia you!!!
Minggu, 20 Juli 2014
NASIB BURUK BERSAMA DUCATI
Rossi mengakui tak bisa menakhlukkan Desmosedici
Minggu kemarin Valentino Rossi berbicara tentang rasa frustasinya setelah dua tahun bersama Ducati, setelah dua tahun gap dengan barisan depan masih saja sama dan masalahnya sama seperti pertama kali ia melakukan tes di Valencia. Kemarin ia berkata bahwa fokusnya saat ini adalah mengendarai Yamaha M1 untuk menaksir seberapa parah keadaan sejak ia bersama Ducati, Rossi juga mengatakan bahwa ada kesempatan bagi pengendara baru Ducati musim 2013 untuk menakhlukan Desmosedici.
Mengenai balapan di Philip Island, Rossi terlihat filosofis, setelah finish secara biasa-biasa saja di posisi ketujuh, dengan selisih +37 detik dari pemenang di trek yang mana Rossi pernah menang 5 kali berturut-turut ini, ia menepis pertanyaan yang menanyakan apakah race itu buruk atau tidak dengan sindiran. “Saya malah menduga lebih dari ini! Kemarin saya tertinggal 2 detik, 2 detik untuk 27 lap, saya kira bakal tertinggal 54 detik! Jadi ini race yang bagus”, candanya.
Sebelumnya rekor Rossi di Philip Island luar biasa tapi setelah dua tahun bersama Ducati ia gagal memahami mengapa Stoner begitu sukses di Ducati sedangkan orang lain tak berhasil. “Casey adalah satu-satunya rider yang bisa cepat mengendarai Ducati, semua yang mencoba Ducati akan hancur, bukan karirnya melainkan pikirannya ………….. Jadi selamat buat Casey. Tapi dua tahun yang lalu saya tak mengerti mengapa ada perbedaan antara Stoner dan pembalap Ducati lainnya dan setelah dua tahun saya mengendarai Ducati saya juga belum mengerti”. Rossi tak percaya sewaktu ia Ducati ia berhadapan dengan masalah yang sama, dan ketika ditanya pengalaman apa yang dia dapat, seperti katanya menghancurkan pikiran, Rossi menjawab : “Saya pikir tak begitu, khususnya karena saya punya kesempatan lain”.
Sewaktu ia bersama Ducati, yang telah digembar-gemborkan sebagai pasangan dari surga antara dua ikon Italia, merek Ducati legendaris dan sembilan kali Juara Dunia Valentino Rossi, ternyata lebih sukar daripada yang ia bayangkan. “Begitu sulit, dua musim yang sangat sulit. Bagian yang paling sulit adalah kurangnya kemajuan meski banyak perubahan yang telah dibuat Ducati. Rossi menandai masa itu sebagai masa ‘yang paling membuat frustasi’ . Sedikit perubahan yang terjadi selama dua tahun terakhir, Rossi mengatakan : “Frustasi yang paling besar, terlepas dari hasil yang buruk dan feeling yang tak mengenakkan adalah kami memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan motor ini seperti halnya sewaktu di Valencia 2010. Dan terkadang muncul perasaan bahwa anda hanya menyia-nyiakan waktu anda, ini adalah yang paling membuat frustasi”.
Meski ia merasa frustasi tapi ia merasa sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang di Ducati. “Saya rasa akan begitu emosional di Valencia nanti karena di sana saya mendapatkan suasana dan orang-orang baik untuk bekerja sama dan mempersiapkan balapan. Dan saya pun selalu berkelompok dengan timku, bukan karena pilihan melainkan memang seperti ini, ini sifatku dan pastinya sulit untuk berkata ciao kepada mereka. Tapi di waktu yang sama anda tahu kami tak bisa meraih hasil yang bagus jadi ini adalah keputusan yang baik untukku dan saya tak sabar ingin menaiki M1. Meski hasil yang buruk bersama Ducati Rossi merasa karirnya belum kehilangan sinarnya. Ini adalah pertama kalinya saya salah memilih karir. Di sepanjang karirku saya tak pernah salah namun kali ini saya salah”.

Sebagai rider kedua Rossi merasa kurangnya pressure pada dirinya
Rossi mengakui bahwa ia merasa gugup kembali ke Yamaha meski ia merasa yakin dengan keputusannya tersebut. “Saya rasa saya bisa memberikan dukungan yang sangat penting pada Yamaha untuk meningkatkan motor. Saya yakin 100% karena antara saya dan Yamaha merupakan pasangan serasi dalam hal kerja dan peningkatan motor. Saya tak yakin bisa berada di level yang sama seperti Lorenzo dan Pedrosa dan berjuang untuk menang dan meraih kejuaraan dunia, kamu tahu? Sejujurnya saya tak tahu jadi saya harus mencoba motor terlebih dahulu. Tapi kita punya waktu dua tahun dan kalau ingin melakukan tes, tes di Valencia itu sangat penting untuk dipahami. Setelah kita bekerja kita harus memberikan maksimal Jeremy [Burgess] harus memberikan maksimal, setiap orang harus memberikan 100% untuk meningkatkan, memperbaiki masalah, meningkatkan level kami, untuk melawan, terutama Lorenzo pada motor yang sama, yang sekarang adalah juara dunia”.
Keuntungan kembalinya Rossi menjadi rider kedua, posisi tersebut memberinya banyak kebebasan. “Anda tahu, kami adalah nomor dua, dan biasanya nomor satu berada dalam posisi yang lebih sulit, karena nomor satu – dalam hal ini Lorenzo dan Pedrosa -.Seperti saya dengan Lorenzo pada tahun 2008 dan 2009. Jika anda finish di depan, OK , adalah normal. Tapi jika Anda finish di belakang tiba-tiba anda memiliki masalah.”
Pertanyaan tentang rider Ducati baru yang bisa menakhlukkan Desmosedici cukup menarik perhatian Rossi. Andrea Dovizioso memiliki catatan trek tersendiri sedang Iannone belum mengalami pengalaman dengan pabrikan Jepang. Ben pun memiliki prospek yang menarik. “Saya pikir menarik juga menunggu Spies, tapi dengan cedera, saya pikir kita harus menunggu sampai tahun depan. Pertama, menarik untuk memahami Dovi dan Iannone dibandingkan dengan Hayden. dan juga untuk memahami antara Dovi dan Iannone, karena Dovi memiliki lebih banyak pengalaman di MotoGP, di sisi lain, Iannone tidak memiliki pengalaman MotoGP, tetapi tidak pernah naik Honda dan Yamaha. Mungkin bisa menjadi keuntungan kecil, saya tidak tahu dan saya tidak yakin. Tapi bisa berbeda. karena pasti motor Jepang berbeda dan Iannone berasal dari Moto2, tidak pernah naik motor Jepang, sehingga pikirannya lebih terbuka, kosong”, papar Rossi.
Minggu kemarin Valentino Rossi berbicara tentang rasa frustasinya setelah dua tahun bersama Ducati, setelah dua tahun gap dengan barisan depan masih saja sama dan masalahnya sama seperti pertama kali ia melakukan tes di Valencia. Kemarin ia berkata bahwa fokusnya saat ini adalah mengendarai Yamaha M1 untuk menaksir seberapa parah keadaan sejak ia bersama Ducati, Rossi juga mengatakan bahwa ada kesempatan bagi pengendara baru Ducati musim 2013 untuk menakhlukan Desmosedici.
Mengenai balapan di Philip Island, Rossi terlihat filosofis, setelah finish secara biasa-biasa saja di posisi ketujuh, dengan selisih +37 detik dari pemenang di trek yang mana Rossi pernah menang 5 kali berturut-turut ini, ia menepis pertanyaan yang menanyakan apakah race itu buruk atau tidak dengan sindiran. “Saya malah menduga lebih dari ini! Kemarin saya tertinggal 2 detik, 2 detik untuk 27 lap, saya kira bakal tertinggal 54 detik! Jadi ini race yang bagus”, candanya.
Sebelumnya rekor Rossi di Philip Island luar biasa tapi setelah dua tahun bersama Ducati ia gagal memahami mengapa Stoner begitu sukses di Ducati sedangkan orang lain tak berhasil. “Casey adalah satu-satunya rider yang bisa cepat mengendarai Ducati, semua yang mencoba Ducati akan hancur, bukan karirnya melainkan pikirannya ………….. Jadi selamat buat Casey. Tapi dua tahun yang lalu saya tak mengerti mengapa ada perbedaan antara Stoner dan pembalap Ducati lainnya dan setelah dua tahun saya mengendarai Ducati saya juga belum mengerti”. Rossi tak percaya sewaktu ia Ducati ia berhadapan dengan masalah yang sama, dan ketika ditanya pengalaman apa yang dia dapat, seperti katanya menghancurkan pikiran, Rossi menjawab : “Saya pikir tak begitu, khususnya karena saya punya kesempatan lain”.
Sewaktu ia bersama Ducati, yang telah digembar-gemborkan sebagai pasangan dari surga antara dua ikon Italia, merek Ducati legendaris dan sembilan kali Juara Dunia Valentino Rossi, ternyata lebih sukar daripada yang ia bayangkan. “Begitu sulit, dua musim yang sangat sulit. Bagian yang paling sulit adalah kurangnya kemajuan meski banyak perubahan yang telah dibuat Ducati. Rossi menandai masa itu sebagai masa ‘yang paling membuat frustasi’ . Sedikit perubahan yang terjadi selama dua tahun terakhir, Rossi mengatakan : “Frustasi yang paling besar, terlepas dari hasil yang buruk dan feeling yang tak mengenakkan adalah kami memiliki masalah yang kurang lebih sama dengan motor ini seperti halnya sewaktu di Valencia 2010. Dan terkadang muncul perasaan bahwa anda hanya menyia-nyiakan waktu anda, ini adalah yang paling membuat frustasi”.
Meski ia merasa frustasi tapi ia merasa sulit untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang di Ducati. “Saya rasa akan begitu emosional di Valencia nanti karena di sana saya mendapatkan suasana dan orang-orang baik untuk bekerja sama dan mempersiapkan balapan. Dan saya pun selalu berkelompok dengan timku, bukan karena pilihan melainkan memang seperti ini, ini sifatku dan pastinya sulit untuk berkata ciao kepada mereka. Tapi di waktu yang sama anda tahu kami tak bisa meraih hasil yang bagus jadi ini adalah keputusan yang baik untukku dan saya tak sabar ingin menaiki M1. Meski hasil yang buruk bersama Ducati Rossi merasa karirnya belum kehilangan sinarnya. Ini adalah pertama kalinya saya salah memilih karir. Di sepanjang karirku saya tak pernah salah namun kali ini saya salah”.
Sebagai rider kedua Rossi merasa kurangnya pressure pada dirinya
Rossi mengakui bahwa ia merasa gugup kembali ke Yamaha meski ia merasa yakin dengan keputusannya tersebut. “Saya rasa saya bisa memberikan dukungan yang sangat penting pada Yamaha untuk meningkatkan motor. Saya yakin 100% karena antara saya dan Yamaha merupakan pasangan serasi dalam hal kerja dan peningkatan motor. Saya tak yakin bisa berada di level yang sama seperti Lorenzo dan Pedrosa dan berjuang untuk menang dan meraih kejuaraan dunia, kamu tahu? Sejujurnya saya tak tahu jadi saya harus mencoba motor terlebih dahulu. Tapi kita punya waktu dua tahun dan kalau ingin melakukan tes, tes di Valencia itu sangat penting untuk dipahami. Setelah kita bekerja kita harus memberikan maksimal Jeremy [Burgess] harus memberikan maksimal, setiap orang harus memberikan 100% untuk meningkatkan, memperbaiki masalah, meningkatkan level kami, untuk melawan, terutama Lorenzo pada motor yang sama, yang sekarang adalah juara dunia”.
Keuntungan kembalinya Rossi menjadi rider kedua, posisi tersebut memberinya banyak kebebasan. “Anda tahu, kami adalah nomor dua, dan biasanya nomor satu berada dalam posisi yang lebih sulit, karena nomor satu – dalam hal ini Lorenzo dan Pedrosa -.Seperti saya dengan Lorenzo pada tahun 2008 dan 2009. Jika anda finish di depan, OK , adalah normal. Tapi jika Anda finish di belakang tiba-tiba anda memiliki masalah.”
Pertanyaan tentang rider Ducati baru yang bisa menakhlukkan Desmosedici cukup menarik perhatian Rossi. Andrea Dovizioso memiliki catatan trek tersendiri sedang Iannone belum mengalami pengalaman dengan pabrikan Jepang. Ben pun memiliki prospek yang menarik. “Saya pikir menarik juga menunggu Spies, tapi dengan cedera, saya pikir kita harus menunggu sampai tahun depan. Pertama, menarik untuk memahami Dovi dan Iannone dibandingkan dengan Hayden. dan juga untuk memahami antara Dovi dan Iannone, karena Dovi memiliki lebih banyak pengalaman di MotoGP, di sisi lain, Iannone tidak memiliki pengalaman MotoGP, tetapi tidak pernah naik Honda dan Yamaha. Mungkin bisa menjadi keuntungan kecil, saya tidak tahu dan saya tidak yakin. Tapi bisa berbeda. karena pasti motor Jepang berbeda dan Iannone berasal dari Moto2, tidak pernah naik motor Jepang, sehingga pikirannya lebih terbuka, kosong”, papar Rossi.
Sabtu, 21 Juni 2014
Karir Valentino Rossi Di Moto GP
Bagi anda penggemar Valentino Rossi wajib tahu seputar perjalanan karir dari
Sang Maestro ini. Pembalap fenomenal ini memang memiliki gaya yang unik saat membalap. Bukan hanya itu saja, kehadiran Rossi dalam setiap sesi MotoGP pun dinilai membawa"roh"bagi race yang sedang dilangsungkan. Penampilannya yang atraktif sekaligus ngotot banyak memukau para penggemarnya. Bagaimanakah perjalanan karir pembalap ini?. Langsung kita lihat artikel mengenai si eksentrik yang satu ini.
Sang Maestro ini. Pembalap fenomenal ini memang memiliki gaya yang unik saat membalap. Bukan hanya itu saja, kehadiran Rossi dalam setiap sesi MotoGP pun dinilai membawa"roh"bagi race yang sedang dilangsungkan. Penampilannya yang atraktif sekaligus ngotot banyak memukau para penggemarnya. Bagaimanakah perjalanan karir pembalap ini?. Langsung kita lihat artikel mengenai si eksentrik yang satu ini.
Karir Di Moto GP
1996: Debut kejuaraan dunia di GP Malaysia 125cc menggunakan Aprilia tim Scuderia AGV.
Posisi akhir di kejuaraan: posisi 9 dengan total 111 poin. Satu kemenangan di Replublik Ceko.
1997: Juara dunia 125cc termuda ke-2 mengendarai Aprilia di tim Nastro Azzuro Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 321 poin. 11 Kemenangan: Malaysia, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, Imola, Jerman, Brazil, Inggris, Catalunya, dan Indonesia.
1998 : Pindah kelas ke 250cc mengendarai Aprilia tim Nastro Azzuro.
Posisi akhir di kejuaraan: kedua dengan 201 poin, 5 kemenangan di: Belanda, Imola, Catalunya, Australia dan Argentina.
1999 : Menjadi juara dunia 250cc termuda dengan mengendarai Aprilia untuk tim Aprilia Grand Prix Racing.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 309 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Italia, Catalunya, Inggris, Jerman, Ceko, Australia, Afrika Selatan, dan Brazil.
2000 : Naik kelas lagi ke 500cc mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team.
Posisi akhir di kejuaraan: kedua dengan 209 poin, 2 kali menang di Inggris dan Brazil.
2001 : Merebut gelar juara dunia 500cc dengan mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team. Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 325 poin, 11 kemenangan di: Jepang, Afrika Selatan, Spanyol, Catalunya, Inggris, Ceko, Putugal, Pasifik, Australia, Malaysia, dan Brazil.
2002 : Memenangi MotoGP World Championship yang direvisi dengan mengendarai Honda RC211V yang gres untuk tim Repsol Honda Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 355 poin, koleksi 11 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Perancis, Catalunya, Italia, Belanda, Inggris, Jerman, Portugal, Brazil, dan Australia.
2003 : Memenangi gelar juaranya yang ke-dua di MotoGP World Championship masih bersama Repsol Honda Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 357 poin, koleksi 9 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Italia, Ceko, Portugal, Rio, Malaysia, Australia, dan Valencia.
2004 : Pindah ke Gauloises Fortuna Yamaha mengendarai YZR-M1 dan kembali memenangi MotoGP World Championship.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 304 poin, 9 kemenangan di: Afrika Selatan, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Portugal, Malaysia, Australia, dan Valencia.
2005 : Memenangi gelar juara dunia yang ke-dua untuk Gauloises Fortuna Yamaha Team.
Posisi akhir di kejuaraan sampai di Malaysia: pertama dengan 281 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Cina, Perancis, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Jerman, dan Ceko.
Fakta lain mengenai karir Rossi
Posisi akhir di kejuaraan: posisi 9 dengan total 111 poin. Satu kemenangan di Replublik Ceko.
1997: Juara dunia 125cc termuda ke-2 mengendarai Aprilia di tim Nastro Azzuro Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 321 poin. 11 Kemenangan: Malaysia, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, Imola, Jerman, Brazil, Inggris, Catalunya, dan Indonesia.
1998 : Pindah kelas ke 250cc mengendarai Aprilia tim Nastro Azzuro.
Posisi akhir di kejuaraan: kedua dengan 201 poin, 5 kemenangan di: Belanda, Imola, Catalunya, Australia dan Argentina.
1999 : Menjadi juara dunia 250cc termuda dengan mengendarai Aprilia untuk tim Aprilia Grand Prix Racing.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 309 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Italia, Catalunya, Inggris, Jerman, Ceko, Australia, Afrika Selatan, dan Brazil.
2000 : Naik kelas lagi ke 500cc mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team.
Posisi akhir di kejuaraan: kedua dengan 209 poin, 2 kali menang di Inggris dan Brazil.
2001 : Merebut gelar juara dunia 500cc dengan mengendarai Honda untuk tim Nastro Azzuro Team. Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 325 poin, 11 kemenangan di: Jepang, Afrika Selatan, Spanyol, Catalunya, Inggris, Ceko, Putugal, Pasifik, Australia, Malaysia, dan Brazil.
2002 : Memenangi MotoGP World Championship yang direvisi dengan mengendarai Honda RC211V yang gres untuk tim Repsol Honda Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 355 poin, koleksi 11 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Perancis, Catalunya, Italia, Belanda, Inggris, Jerman, Portugal, Brazil, dan Australia.
2003 : Memenangi gelar juaranya yang ke-dua di MotoGP World Championship masih bersama Repsol Honda Team.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 357 poin, koleksi 9 kemenangan di: Jepang, Spanyol, Italia, Ceko, Portugal, Rio, Malaysia, Australia, dan Valencia.
2004 : Pindah ke Gauloises Fortuna Yamaha mengendarai YZR-M1 dan kembali memenangi MotoGP World Championship.
Posisi akhir di kejuaraan: pertama dengan 304 poin, 9 kemenangan di: Afrika Selatan, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Portugal, Malaysia, Australia, dan Valencia.
2005 : Memenangi gelar juara dunia yang ke-dua untuk Gauloises Fortuna Yamaha Team.
Posisi akhir di kejuaraan sampai di Malaysia: pertama dengan 281 poin, 9 kemenangan di: Spanyol, Cina, Perancis, Italia, Catalunya, Belanda, Inggris, Jerman, dan Ceko.
Fakta lain mengenai karir Rossi
Rossi menjadi salah satu dari hanya tiga pembalap yang telah menjuarai 5 atau lebih kejuaraan dunia, yang lain adalah Mick Doohan dengan 5 gelar, dan Giacomo Agostini dengan 8 gelar.
Dia adalah pembalap pertama yang dapat mencetak sembilan atau lebih kemenangan pada satu musim di kelas utama di lima kali kejuaraan.
Diawal tahun ini di Dutch TT, Rossi menjadi pembalap Yamaha pertama yang bisa menang 5 kali berturut-turut di balapan kelas utama.
Kemenangan Rossi di seri yang pertama di Jerez, membuatnya menjadi satu-satunya pembalap selain Agostini yang berhasil memenangi balapan pembuka tiap musim selama 5 kali berturut-turut.
Pada tahun 2001, Rossi menjadi pembalap termuda satu-satunya yang merebut gelar juara di 3 kelas berbeda. Pembalap lain yang berhasil merebut gelar di 3 kelas berbeda adalah Phil Read (125, 250, 500) dan Mike Hailwood (250, 350, 500).
Rossi adalah pembalap termuda ke-4 yang pernah merebut gelar juara dunia 500cc setelah Fredie spencer, Mike Hailwood, dan John Surtees.
Valentino Rossi adalah seorang pembalap tersukses di balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan lima kali di kelas puncak, 500cc dan Motogp
Lahir Untuk Balap
Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.
Nomor 46
Dalam karirnya sepanjang GP Rossi selalu memakai nomor 46, ia memakai nomor itu setelah menonton aksi seorang pembalap wildcard Jepang bernomor 46 di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh Graziano Rossi, papanya ketika memenangkan lomba pertama dengan Morbidelli tahun 1979. Saat ini ia tetap memakai nomor 46 kebanggaanya itu dan tidak mengikuti juara dunia-juara dunia sebelumnya yang memilih berganti nomor 1 setelah mendapatkan titel juara dunia.
Entertainer sejati
Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.
Sejak saat itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.
Julukan Rossi
Dalam
perjalanan balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal
yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu
dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu
yang lucu.
Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”
Pindah ke Yamaha
Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen edan, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”
Pindah ke Yamaha
pada
akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan
yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu
itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan
dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut
juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi
juara dunia 1999. Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan
memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia
pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim
Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya
yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan
serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar
mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.
Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi mejadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 x pada musim 2005)
Orang Lain Tentang Rossi
- Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”
- Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”
- Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !
- Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.
Prestasi
- 1985 Go-kart pertama.
- 1989 Debut balap karting 60cc.
- 1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.
- 1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.
- 1992 Juara Italian minibike Endurance.
- 1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.
- 1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.
- 1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.
- 1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.
- 1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.
- 1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.
- 1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.
- 2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
- 2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
- 2002 Juara dunia Motogp , Repsol Honda Team.
- 2003 Juara dunia Motogp , Repsol Honda Team.
- 2004 Juara dunia Motogp , Gauloises Fortuna Yamaha team.
- 2005 Juara dunia Motogp , Gauloises Yamaha team.
- 2006 Runner Up Motogp , Camel Yamaha team.
- 2007 Peringkat 3 Motogp , Fiat Yamaha team.
- 2008 Juara dunia Motogp , Fiat Yamaha team.
- 2009 Juara dunia Motogp , Fiat Yamaha team
Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi mejadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara 9 x pada musim 2005)
Orang Lain Tentang Rossi
- Mick Doohan: “Dia melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”
- Max Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”
- Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !
- Michael Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan motornya.
Prestasi
- 1985 Go-kart pertama.
- 1989 Debut balap karting 60cc.
- 1990 Juara kejuaraan karting regional 60cc, menang sembilan kali.
- 1991 Peringkat 5 di Kejuaraan Junior go-kart Italia ; pertama terjun dalam balapan minimoto.
- 1992 Juara Italian minibike Endurance.
- 1993 Peringkat 12 Italian 125cc Sport Production championship, dengan motor Cagiva.
- 1994 Juara Italian 125cc Sport Production, dengan motor Cagiva.
- 1995 Juara nasional Italia 125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa; peringkat 11 di Kejuaraan, Spanish Open 125cc semuanya dengan motor Aprilia.
- 1996 Peringkat 9 Grandprix 125cc, Scuderia AGV, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc dengan motor Aprilia.
- 1997 Juara Dunia Grandprix 125cc, Nastro Azzurro Aprilia, Meraih 11 kemenangan dari 15 balapan, Termasuk menjuarai GP di sirkuit Sentul.
- 1998 Runner up Grandprix 250cc, Nastro Azzurro Aprilia.
- 1999 Juara Dunia Grandprix 250cc, Aprilia Grand Prix.
- 2000 Runner up Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
- 2001 Juara Dunia Grandprix 500cc, Nastro Azzurro Honda.
- 2002 Juara dunia Motogp , Repsol Honda Team.
- 2003 Juara dunia Motogp , Repsol Honda Team.
- 2004 Juara dunia Motogp , Gauloises Fortuna Yamaha team.
- 2005 Juara dunia Motogp , Gauloises Yamaha team.
- 2006 Runner Up Motogp , Camel Yamaha team.
- 2007 Peringkat 3 Motogp , Fiat Yamaha team.
- 2008 Juara dunia Motogp , Fiat Yamaha team.
- 2009 Juara dunia Motogp , Fiat Yamaha team
Profil Valentino Rossi
Tanggal lahir : 16 Februari 1979
Lahir di : Urbino, Italia
Zodiac : Aquarius
Kota bersejarah Tavuilla di Italia dikenal sangat indah. Letak Tavuilla berada di sebelah barat laut Ancona sekitar 70 km jauhnya, atau jika ditempuh dari arah Pesaro yang berada di sisi barat laut, hanya berkisar 15 km. Kota Tavuilla kini identik dengan sosok pembalap kelas dunia. Nama Valentino Rossi sangat lekat dengan Tavuilla. Masa kecil Rossi dihabiskan di kota tua Tavuilla, sejak kelahirannya 34 tahun silam, 16 Februari 1979. Para tetangga dan teman-teman kecil sepermainan Rossi tahu benar, bocah berambut jagung bermata biru ini sangat gemar main motor. Barangkali, mereka semua memakluminya karena ayah Rossi dikenal sebagai pembalap di era 1970-an. Masyarakat Tavuilla tahu persis, siapa Graziano Rossi.
Langganan:
Komentar (Atom)